PEWARIS SIFAT
PEWARIS
SIFAT
A.
Materi Genetis
Manusia,
hewan, dan tumbuhan mempunyai sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat beda yang
terdapat pada makhluk hidup dikendalikan oleh materi genetis. Materi genetis
ini berupa substansi yang disebut gen. Jumlah gen sangat banyak untuk
menyeimbangi banyaknya makhluk hidup. Kumpulan gengen tersebut disebut
kromosom. Kromosom akan menempati sebuah sel, dan sel tersebut memiliki
kromosom yang berbedabeda. Ada dua macam kromosom yang ada dalam sel kelamin,
yaitu kromosom X dan kromosom Y. Pada wanita kromosomnya adalah XX dan pada
pria adalah XY.
1. Kromosom
Kromosom adalah
benang-benang halus yang berfungsi sebagai pembawa informasi genetis kepada
keturunannya. Jika sel yang sedang aktif untuk membelah dilihat di bawah
mikroskop biasa, maka akan terlihat benang-benang kromatin. Benang tersebut
memendek, menebal, dan mudah menyerap zat warna sehingga tampak seperti benang
halus.
Kromosom pada manusia
dan makhluk hidup yang berkembang biak secara seksual dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu sebagai berikut.
a. Autosom yaitu
kromosom yang mengatur sifat-sifat tubuh selain jenis kelamin. Kromosom tubuh
(autosom) manusia ada 22 pasang atau berjumlah 44 buah.
b. Gonosom atau
kromosom seks, yaitu kromosom yang khusus menentukan jenis kelamin. Kromosom
seks manusia berjumlah satu pasang atau 2 buah. Seorang laki-laki mempunyai
kromosom XY, sedangkan seorang wanita mempunyai kromosom XX.
Dengan demikian
jumlah kromosom pada manusia adalah 23 pasang atau 46 buah. Kromosom laki-laki ditulis
44AA + XY, sedangkan kromosom wanita ditulis 44AA + XX.
Setiap spesies
makhluk hidup memiliki kromosom yang khas dan tetap. Jumlah kromosom antara
jenis yang satu dengan yang lain berbeda sebagaimana dalam tabel berikut.
Tabeljumlah kromosom
makhluk hidup
|
No
|
Jenis Makhluk Hidup
|
Jumlah Kromosom
(2n)
|
|
1
|
Manusia
|
46
|
|
2
|
Orang utan
|
48
|
|
3
|
Siamang
|
50
|
|
4
|
Marmut
|
60
|
|
5
|
Kelinci
|
44
|
|
6
|
Nyamuk
|
6
|
|
7
|
Lalat
|
12
|
|
8
|
Kucing
|
38
|
|
9
|
Tikus
|
42
|
|
10
|
Kuda
|
60
|
|
11
|
Ayam
|
78
|
|
12
|
Padi
|
24
|
|
13
|
Tomat
|
24
|
|
14
|
Bawang
|
16
|
|
15
|
Katak
|
26
|
|
16
|
Jagung
|
20
|
|
17
|
Bakteri
|
1
|
|
18
|
Sapi
|
60
|
|
19
|
Belalang
|
24
|
|
20
|
Buncis
|
14
|
Ada bermacam jenis
kromosom, yaitu:
a. Kromosom homolog
Kromosom homolog
adalah kromosom yang berpasangpasangan, selalu mempunyai bentuk, panjang, letak
sentromer, dan struktur yang sama atau hampir sama.
Sentromer adalah
kepala atau pusat kromosom, letaknya ada yang di tengah, ujung, dan sepertiga
panjang kromosom. Pada tubuh manusia terdapat 46 kromosom, terdiri atas 23
kromosom berpasangan (homolog). Setiap pasang kromosom homolog adalah satu
macam, sehingga kromosom sel tubuh manusia terdiri atas 23 macam.
b. Kromosom diploid
(2n)
Ploid adalah jumlah
perangkat kromosom, jadi kromosom diploid adalah dua perangkat kromosom.
Kromosom diploid terjadi karena kromosom selalu berpasangan (homolog), maka di
dalam setiap inti sel tubuh terdapat dua set atau dua perangkat kromosom
(diploid).
c. Kromosom haploid
(n)
Haploid adalah
kromosom yang tidak memiliki pasangan atau hanya memiliki seperangkat kromosom.
Pada waktu pembentukan sel kelamin, sel induk kelamin membelah secara meiosis
sehingga sel kelamin mengandung kromosom setengah dari jumlah kromosom sel
induknya. Jadi, kromosom sel kelamin manusia tetap mengandung 23 kromosom
tetapi tidak berpasangan.
Pada saat terjadi
pembuahan, kromosom sel kelamin bergabung dalam zigot. Kromosom yang
disumbangkan adalah kromosom haploid, kemudian kromosom haploid
berpasangpasangan membentuk kromosom homolog, kemudian zigot menjadi diploid.
Selanjutnya zigot membelah secara mitosis berulang kali sehingga dihasilkan
tubuh manusia seutuhnya. Pada masa pubertas kelenjar kelamin akan membentuk sel
kelamin yang mengandung seperangkat kromosom (haploid).
2. Gen
Gen adalah bagian
kromosom atau satu kesatuan kimia dalam kromosom yang mengendalikan ciri
genetis suatu makhluk hidup. Gen bersifat menurun dari induk kepada anaknya.
Istilah gen pertama
kali dikemukakan oleh W. Johansen. Fungsi gen antara lain sebagai berikut.
a. Mengatur perkembangan dan metabolisme individu.
b. Menyampaikan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
c. Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom.
a. Mengatur perkembangan dan metabolisme individu.
b. Menyampaikan informasi genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
c. Sebagai zarah tersendiri dalam kromosom.
Gen berperan untuk
menentukan pewarisan sifat seperti rasa, warna, dan bentuk. Gen terdapat di
dalam kromosom, dan menempati tempat-tempat tertentu yaitu di dalam lokus-lokus
kromosom. Pada sel eukariotik, kromosom berada di dalam inti sel. Kromosom
mempunyai sifat mudah menyerap warna, sehingga dalam sel yang sedang membelah,
kromosom dapat kamu lihat dengan menggunakan mikroskop biasa. Akan tetapi untuk
mempelajari struktur halusnya, tetap harus digunakan mikroskop elektron. Pada
saat sel tidak sedang membelah, kromosm berbentuk benang-benang halus yang
disebut benang-benang kromatin.
Pembelahan kromosom
akan terjadi pada saat sel akan membelah. Sebelum pembelahan kromosom, akan
terjadi penggandaan gen yang terdapat di dalam kromosom. Jadi, urutannya adalah
penggandaan gen, pembelahan kromosom, dan pembelahan sel.
Susunan gen yang
menentukan sifat-sifat suatu individu disebut genotipe. Kemudian genotipe akan
memunculkan sifatsifat fenotipe. Genotipe adalah sifat makhluk hidup yang tidak
tampak sehingga tidak bisa diamati dengan indera. Sifat ini biasanya
disimbolkan dengan sepasang huruf, misalnya gen rambut lurus disimbolkan dengan
LL, gen warna merah disimbolkan dengan MM, gen buah bulat disimbolkan dengan
BB, dan sebagainya.
Simbol genotipe tidak
hanya menggunakan huruf besar tetapi juga huruf kecil. Huruf besar berarti
sifat dominan, sedangkan huruf kecil berarti sifat resesif. Misalnya TT berarti
sifat tinggi, dan tt berarti sifat rendah. Sifat tinggi akan mendominasi sifat
rendah sehingga jika dikawinkan menghasilkan keturunan yang bersifat tinggi
(Tt). Contoh lain misalnya, sifat warna merah pada bunga dominan terhadap sifat
warna putih sehingga warna merah disimbolkan dengan M dan warna putih
disimbolkan dengan m.
Genotipe yang
tersusun dari sifat dominan saja (AA) atau resesif saja (aa) disebut homozigot.
Sedangkan genotipe yang tersusun dari sifat dominan dan resesif (Aa) disebut
heterozigot.
Fenotipe adalah sifat
makhluk hidup yang tampak sehingga bisa diamati oleh alat indra. Misalnya rasa
buah manis, rambut lurus, bentuk buah bulat, dan tinggi rendahnya badan.
Fenotipe ditentukan oleh faktor genotipe dan lingkungan.
Tabel genotipe dan
fenotipe pada buah yang memiliki rasa manis dominan
|
Simbol
|
Genotipe
|
Fenotipe
|
|
MM
|
Dominan homozigot
|
Manis
|
|
mm
|
Resesif homozigot
|
Asam
|
|
Mm
|
Heterozigot
|
Manis, karena M
dominan
|
B. Persilangan
Monohibrid dan Dihibrid
Persilangan adalah
proses menggabungkan dua sifat yang berbeda dan diharapkan mendapatkan sifat
yang baik bagi keturunannya. Orang yang pertama kali menyelidiki perkawinan
silang dan menganalisa hasilnya dengan teliti ialah Gregor Mendel. Ia
mengumpulkan beberapa jenis kacang ercis (Pisum sativum) untuk dipelajari
perbedaannya satu sama lain dan melakukan percobaan perkawinan silang pada
tanaman ercis tersebut. Alasan Mendel memilih tanaman kacang ercis adalah
sebagai berikut.
sebagai berikut.
1.
Tanaman ini hidupnya tak lama (merupakan tanaman
setahun), mudah tumbuh, dan mudah disilangkan.
2.
Memiliki bunga sempurna artinya dalam bunganya
terdapat benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina),
sehingga biasanya terjadi penyerbukan sendiri. Perkawinan silang dapat
dilakukan oleh pertolongan manusia. Penyerbukan sendiri yang berlangsung
beberapa generasi terus-menerus akan menghasilkan galur murni yaitu keturunan
yang selalu memiliki sifat yang sama dengan induknya.
3.
Tanaman ini memiliki tujuh sifat dengan perbedaan yang
menyolok, seperti batang tinggi lawan kerdil, buah polongan berwarna hijau
lawan kuning, bunga berwarna ungu lawan putih, bunganya terletak aksial
(sepanjang batang) lawan terminal (pada ujung batang), biji yang masak berwarna
hijau lawan kuning, permukaan biji licin lawan berkerut, dan warna kulit biji
abu-abu lawan putih.
Pada saat itu, Mendel
belum mengetahui bentuk dan susunan kromosom dan gen sebagai pembawa sifat.
Mendel menyebut bahan keturunan itu sebagai faktor tertentu. Sekarang kamu
mengetahui bahwa faktor penentu itu adalah gen. Dengan diketemukannya kromosom
(yaitu benda-benda halus berbentuk batang lurus atau bengkok di dalam sel),
maka Wilhelm Roux berpendapat bahwa kromosom ialah pembawa sifat keturunan.
Pendapat ini diperkuat oleh eksperimen T. Boveri dan W.S. Sutton (1902) yang
membuktikan bahwa gen ialah bagian dari kromosom. Teori ini dikenal dengan
teori kromosom. Kemudian diketahui juga bahwa gen diwariskan dari orang tua
kepada keturunannya lewat gamet atau sel kelamin.
Dalam suatu
persilangan perlu diketahui terlebih dahulu istilah-istilah yang digunakan.
Istilah-istilah dalam persilangan dapat kamu pahami pada uraian berikut.
§
Pariental (P), artinya induk atau orang tua.
§
Filial (F), artinya keturunan.
keturunan pertama (F1) = anak,
keturunan kedua (F2) = cucu
keturunan pertama (F1) = anak,
keturunan kedua (F2) = cucu
§
Genotipe adalah sifat-sifat menurun yang tidak
nampak dari luar, disimbolkan dengan pasangan huruf.
Contoh: AA, Aa, aa, AABB,dan AaBB.
Contoh: AA, Aa, aa, AABB,dan AaBB.
§
Gamet adalah sel kelamin dan berasal dari
genotipe.
Contoh: genotipe Aa, gametnya A dan a.
Contoh: genotipe Aa, gametnya A dan a.
§
Fenotipe adalah sifat menurun yang nampak dari luar.
Contoh: buah besar, buah kecil, rasa manis, rasa asam, batang tinggi, dan
batang pendek.
§
Dominan adalah sifat-sifat gen yang selalu nampak atau
muncul, disimbolkan dengan huruf besar.
Contoh: AA, BB, dan CC.
Contoh: AA, BB, dan CC.
§
Gen resesif adalah sifat-sifat gen yang tidak selalu
nampak baru muncul apabila bersama-sama gen resesif lain, disimbolkan dengan
huruf kecil.
Contoh: aa, bb, dan cc.
Contoh: aa, bb, dan cc.
§
Homozigot adalah pasangan gen yang sifatnya sama.
Contoh: AA, aa, BB, bb, CC, dan cc.
Contoh: AA, aa, BB, bb, CC, dan cc.
§
Heterozigot adalah pasangan gen yang tidak sama.
Contoh: Aa, Bb, dan Cc.
Contoh: Aa, Bb, dan Cc.
1. Monohibrid
Persilangan
monohibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan memperhatikan
satu sifat beda. Misalnya persilangan antara rambutan yang berbuah manis dengan
rambutan yang berbuah masam, persilangan antara ayam berbulu putih dengan ayam
berbuluh hitam, manusia berkulit putih dengan manusia berkulit hitam, dan suami
yang bertubuh tinggi dengan istri yang bertubuh rendah. Persilangan
antara sesamanya dapat digambarkan dalam bentuk diagram. Diagram
tersebut dikenal sebagai diagram Punnett. Diagram Punnet berbentuk belah ketupat atau dapat juga horisontal seperti gambar dibawah ini.
antara sesamanya dapat digambarkan dalam bentuk diagram. Diagram
tersebut dikenal sebagai diagram Punnett. Diagram Punnet berbentuk belah ketupat atau dapat juga horisontal seperti gambar dibawah ini.
Pada persilangan
monohibrid terdapat test cross dan sifat intermediet.
a. Test Cross
Test cross adalah
penyilangan individu yang ingin diketahui genotipenya dengan individu
bergenotipe homozigot resesif. Hasil persilangan tersebut mempunyai dua
kemungkinan sebagai berikut.
1) Jika tanaman
bergenotipe BB disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot resesif),
maka akan menghasilkan keturunan yang bergenotipe Bb semuanya. Dengan B =
bulat, b = keriput. Jadi, semua keturunan memiliki biji bulat.
P (induk) : BB × bb
Garmet : B dan b
F1 (keturunan ke-1)
P (induk) : BB × bb
Garmet : B dan b
F1 (keturunan ke-1)
|
B
|
|
|
b
|
Bb
|
Genotipe F1 : Bb
Jadi, keturunan yang dihasilkan Bb
Jadi, keturunan yang dihasilkan Bb
2) Jika tanaman
tersebut bergenotipe Bb disilangkan dengan tanaman bergenotipe bb (homozigot
resesif), maka akan menghasilkan keturunan bergenotipe Bb dan bb. Coba kamu
perhatikan penurunan sifat keturunan di bawah ini.
P (induk) : Bb × bb
Garmet : B, b dan b
F1 (keturunan ke-1)
P (induk) : Bb × bb
Garmet : B, b dan b
F1 (keturunan ke-1)
|
B
|
b
|
|
|
b
|
Bb
|
bb
|
Genotipe F1 : Bb dan
bb
Jadi, ada tanaman berbiji bulat dan ada tanaman berbiji keriput.
Jadi, ada tanaman berbiji bulat dan ada tanaman berbiji keriput.
Berdasarkan tes cross
yang dilakukan oleh Mendel, bisa mengetahui bahwa sifat bulat (B) dominan
terhadap sifat keriput (b) sehingga individu yang bergenotipe Bb mempunyai fenotipe
bulat, dan genotipe individu yang berfenotipe bulat adalah BB dan Bb.
b. Sifat intermediet
Sifat intermediet dipengaruhi oleh gen dominan yang tidak jenuh. Seperti yang dilakukan oleh Mendel terhadap tanaman Antirrhinum majus berbunga merah galur murni (MM) disilangkan dengan Antirrhinum majus berwarna putih galur murni (mm). Hasil keturunan yang didapatkan oleh Mendel adalah Antirrhinum majus yang berfenotipe warna merah muda, bukan berwarna merah meskipun genotipenya Mm. Coba kamu perhatikan penurunan sifat di bawah ini.
P (induk) : MM × mm
Gamet : M dan m
F1 (keturunan ke-1)
Sifat intermediet dipengaruhi oleh gen dominan yang tidak jenuh. Seperti yang dilakukan oleh Mendel terhadap tanaman Antirrhinum majus berbunga merah galur murni (MM) disilangkan dengan Antirrhinum majus berwarna putih galur murni (mm). Hasil keturunan yang didapatkan oleh Mendel adalah Antirrhinum majus yang berfenotipe warna merah muda, bukan berwarna merah meskipun genotipenya Mm. Coba kamu perhatikan penurunan sifat di bawah ini.
P (induk) : MM × mm
Gamet : M dan m
F1 (keturunan ke-1)
|
M
|
|
|
m
|
Mm
|
Genotipe F1 : Mm
Jika F1 disilangkan
dengan sesamanya maka diperoleh:
P (induk) : Mm × Mm
Gamet : M, m dan M, m
F2 (keturunan ke-2)
P (induk) : Mm × Mm
Gamet : M, m dan M, m
F2 (keturunan ke-2)
|
M
|
Mm
|
|
|
M
|
MM
|
Mm
|
|
m
|
Mm
|
mm
|
Genotipe F1 : MM, 2
Mm, mm
Fenotipe : Merah, merah muda, putih
Fenotipe : Merah, merah muda, putih
Pada uraian
sebelumnya, terlihat bahwa tanaman dengan bunga warna merah muda, dikawinkan
dengan tanaman bunga warna putih, akan menghasilkan satu tanaman dengan bunga
warna merah muda tanpa membawa sifat putih, dua tanaman dengan bunga warna
merah muda, tetapi membawa sifat putih, dan satu tanaman warna putih.
2. Persilangan
dihibrid
Persilangan dihibrid
adalah persilangan dua individu sejenis dengan memperhatikan dua sifat beda.
Mendel telah melakukan percobaan dengan menyilangkan kacang ercis galur murni
yang mempunyai dua sifat beda, yaitu antara kacang ercis berbiji bulat berwarna
kuning (BBKK) dengan kacang ercis berbiji keriput berwarna hijau (bbkk). Kedua
kacang tersebut memiliki dua sifat beda yaitu bentuk dan warna biji. Penurunan
sifat dari kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning (BBKK) dengan kacang
ercis berbiji keriput berwarna hijau (bbkk).
P (induk) : BBKK × bbkk
Gamet : BK dan bk
F1 (keturunan ke-1)
P (induk) : BBKK × bbkk
Gamet : BK dan bk
F1 (keturunan ke-1)
|
BK
|
|
|
bk
|
BbKk
|
Genotipe F1 : BbKk
Fenotipe F1 : Biji bulat dan berwarna kuning
Fenotipe F1 : Biji bulat dan berwarna kuning
Jika genotipe dari F1
disilangkan sesamanya, maka hasilnya adalah:
P (induk) : BbKk × BbKk
Gamet : BK, Bk, bK, bk dan BK, Bk, bK, bk
F2 (keturunan ke-2)
P (induk) : BbKk × BbKk
Gamet : BK, Bk, bK, bk dan BK, Bk, bK, bk
F2 (keturunan ke-2)
|
BK
|
Bk
|
bK
|
bk
|
|
|
BK
|
BBKK
|
BBKk
|
BbKK
|
BbKk
|
|
Bk
|
BBKk
|
BBkk
|
BbKk
|
Bbkk
|
|
bK
|
BbKK
|
BbKk
|
bbKK
|
BbKk
|
|
bk
|
BbKk
|
Bbkk
|
bbKk
|
bbkk
|
Genotipe F2 : BBKK,
BBkk, bbKK, bbkk, 2BBKk, 2BbKK,
4BbKk, 2Bbkk, 2bbKk
Fenotipe F2 : Biji bulat dan berwarna kuning, biji bulat berwarna hijau, biji keriput berwarna kuning, biji keriput berwarna hijau.
4BbKk, 2Bbkk, 2bbKk
Fenotipe F2 : Biji bulat dan berwarna kuning, biji bulat berwarna hijau, biji keriput berwarna kuning, biji keriput berwarna hijau.
C. Keuntungan
Mengembangkan Bibit Unggul
Bibit unggul adalah
bibit tanaman atau hewan yang mempunyai sifat yang baik dari tanaman atau hewan
yang sejenis lainnya. Sifat unggul pada tanaman memiliki ciri-ciri sebagai
berikut.
1.
Waktu berbuah atau produksinya cepat.
2.
Hasil produksinya banyak.
3.
Rasa buahnya atau rasa hasil produksinya enak.
4.
Tahan terhadap hama dan gulma serta penyakit.
5.
Tahan terhadap perubahan iklim dan kondisi tanah yang
bervariasi.
bervariasi.
6.
Pohonnya pendek
Sifat unggul pada
hewan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Tahan terhadap penyakit.
2.
Tahan terhadap perubahan iklim.
3.
Hasil produksinya berkualitas tinggi.
Bibit unggul dapat
diperoleh dengan cara hibridisasi. Hibridisasi adalah mengawinkan dua jenis
hewan atau tumbuhan yang berbeda varietas dan memiliki sifat-sifat unggul.
Selain itu juga bisa didapat dengan cara mutasi gen dan inseminasi buatan
(kawin suntik). Keuntungan mengembangbiakkan tanaman dan hewan dengan
memperhatikan sifat unggul adalah sebagai berikut.
1. Dapat menghasilkan
produk yang bermutu tinggi.
Misalnya:
Misalnya:
§
Menghasilkan produk susu yang bermutu tinggi dari sapi
yang merupakan bibit unggul dari hasil penyilangan.
§
Daging yang berkualitas tinggi dari sapi Brahma dan
ayam pedaging broiler.
§
Menghasilkan beras yang bermutu tinggi dari padi
unggul, misalnya padi C, Gading, Centani, Remaja, dan padi unggul dari
Philipina seperti PB 5, PB 8, dan PB 36.
§
Menghasilkan rambutan yang berbuah manis dan besar
serta pohonnya rendah yang didapat dari hasil penyilangan.
2. Bisa menghemat
biaya dan tenaga kerja, misalnya teknologi tanam benih langsung yang disebut
TOT Tabela dengan menggunakan jenis padi Mamberomo dan Cibobas.
3. Dapat mempercepat produksi, misalnya padi unggul Mamberomo dan Cibobas yang masa panennya 2 minggu lebih cepat.
4. Tanaman dan hewan akan berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap penyakit dan iklim. Misalnya padi VUTW (Varietas unggul tahan wereng) dan padi IR 64.
3. Dapat mempercepat produksi, misalnya padi unggul Mamberomo dan Cibobas yang masa panennya 2 minggu lebih cepat.
4. Tanaman dan hewan akan berumur panjang karena sifat unggulnya yang tahan terhadap penyakit dan iklim. Misalnya padi VUTW (Varietas unggul tahan wereng) dan padi IR 64.
D. Pewarisan Sifat
pada Manusia
Pada manusia telah
diketahui cukup banyak sifat yang diturunkan, misalnya albino, kemampuan
merasakan rasa pahit atau tes phenyl thiocarbamida (PTC), mata biru, rambut
ikal, ayan, dan kencing manis. Berikut ini beberapa contoh sifat dan penyakit
keturunan pada manusia dan cara pewarisannya.
1. Albino
Penderita albino
mempunyai gangguan pada pembentukan pigmen melanin, sehingga rambut dan
kulitnya berwarna putih (bule). Penglihatan penderita albino juga sangat peka
terhadap cahaya. Sifat albino dikendalikan oleh gen resesif a, sedangkan
alelnya gen A menentukan sifat yang normal. Jadi penderita albino mempunyai
genotipe aa, sedangkan orang yang normal mempunyai fenotipe AA atau Aa.
2. Sifat Pengecap PTC
Suatu bahan kimia
sintetis phenyl thiocarbamida (PTC) dapat digunakan untuk menyelidiki apakah
orang dapat merasakan rasa pahit atau tidak. Orang yang dapat mengecap rasa
pahitnya PTC disebut pengecap (taster), sedang yang tidak merasakan pahitnya
PTC disebut buta kecap (nontaster). Kemampuan untuk merasakan rasa pahit
ditentukan oleh gen dominan T, sehingga seorang pengecap dapat mempunyai
genotipe TT atau Tt. Alelnya resesif t menyebabkan orang tidak merasakan
pahitnya PTC. Jadi orang yang buta kecap memiliki genotipe tt.
3. Kencing Manis
(Diabetes Melitus)
Kencing manis atau
sakit gula adalah suatu penyakit metabolisme pada tubuh manusia yang disebabkan
karena pankreas kurang menghasilkan insulin. Akibatnya kadar gula dalam darah
tinggi sekali dan sebagian dibuang melalui air kencing. Penyakit kencing manis
dapat membahayakan jiwa penderitanya, misalnya dapat mengakibatkan luka sukar
disembuhkan.
Dahulu penyakit ini
diduga disebabkan oleh pola makanan yang tidak teratur, tidur tidak teratur,
dan gaya hidup. Namun penyelidikan lebih lanjut diketahui bahwa kencing manis
disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dari pankreas. Sifat ini ditentukan
oleh gen resesif d. Jika seseorang pada suatu waktu diketahui menderita
diabetes, sedangkan kedua orang tuanya normal, maka dapat dipastikan bahwa
kedua orang tua itu heterozigotik.
4. Golongan Darah
Hubungan antara
fenotipe dan genotipe golongan darah dapat digambarkan pada tabel berikut.
Tabel genotipe dan
fenotipe pada golongan darah sistem ABO.
|
Fenotipe
Golongan Darah
|
Genotipe
|
Kemungkinan
Macam Sel Gamet
|
|
A
B AB 0 |
IAIA,IAI0
IBIB,IBI0 IAIB I0I0 |
IA, I0
IB, I0 IA, IB I0 |
|
4
macam
|
6
macam
|
3 macam
|
Berdasarkan uraian
tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa keberadaan antigen A dikendalikan oleh
gen IA, antigen B dikendalikan gen IB. Gen I0 bersifat resesif terhadap gen IA
maupun gen IB.
5. Kelainan Bawaan
pada Manusia Bersifat Menurun
Beberapa kelainan pada
manusia diturunkan melalui autosom atau kromosom seks baik bersifat dominan
ataupun resesif. Kelainan yang diwariskan melalui kromosom seks antara lain
buta warna dan hemofili. Kedua kelainan ini diwariskan melalui kromosom X.
Sedangkan penyakit keturunan yang diwariskan melalui autosom dominan antara
lain jari pendek (brakhidaktili), jari bergabung (sindaktilli), dan jari lebih
dari lima (polidaktili).
a. Buta Warna
Gen buta warna
terpaut pada kromosom X dan bersifat resesif (c). Gen normal (C) bersifat
dominan terhadap gen buta warna (c). Gen buta warna akan berpengaruh dan
menyebabkan buta warna ketika tidak bersama dengan gen normal (C). Maka
kemungkinan genotipe yang dapat terjadi sebagai berikut.
XcY : pria buta warna
XCY : pria normal
XCXC : wanita normal
XCXc : wanita pembawa sifat buta warna (karier)
XcXc : wanita buta warna
Jadi jika seorang pria buta warna menikah dengan wanita normal, kemungkinan keturunannya adalah sebagai berikut.
XcY : pria buta warna
XCY : pria normal
XCXC : wanita normal
XCXc : wanita pembawa sifat buta warna (karier)
XcXc : wanita buta warna
Jadi jika seorang pria buta warna menikah dengan wanita normal, kemungkinan keturunannya adalah sebagai berikut.
Hasilnya adalah XCXc
yaitu wanita normal tetapi karier (membawa sifat) buta warna dan XCY yaitu pria
dengan penglihatan normal. Coba kamu buat diagram perkawinan jika seorang pria
buta warna menikah dengan wanita normal tetapi karier buta warna.
b. Hemofili
Hemofili ialah penya
kit keturunan pada manusia yang menyebabkan darah sukar membeku ketika terjadi
luka. Hal ini disebabkan karena tidak adanya faktor pembeku darah. Hemofili
diwariskan melalui kromosom X dengan gen bersifat resesif terhadap gen
normal (H). Gen H dan gen h tersebut terpaut pada kromosom X, bukan kromosom Y.
Hemofili akan muncul jika gen h tidak bersama gen H. Sehingga pria yang
menderita hemofili akan memiliki kromosom seks dengan genotipe XhY. Wanita
hemofili tidak dijumpai karena bersifat letal (mati dalam kandungan).
Genotipe yang mungkin
terjadi ialah sebagai berikut.
XHY : pria normal
XhY : pria hemofili
XHXH : wanita normal
XHXh : wanita pembawa sifat hemofili (karier hemofili)
XhXh : wanita hemofili (bersifat letal/mati)
XHY : pria normal
XhY : pria hemofili
XHXH : wanita normal
XHXh : wanita pembawa sifat hemofili (karier hemofili)
XhXh : wanita hemofili (bersifat letal/mati)
Jika seorang wanita
normal karier menikah dengan pria normal, akan diperoleh keturunan sebagai
berikut.
Fenotipe F1 adalah:
XHXH : wanita normal
XHXh : wanita karier hemofili
XHY : pria normal
XhY : pria hemofili
Dari diagram di atas, tampak bahwa fenotipe yang dihasilkan adalah 75% normal dan 25% hemofili. Yang berfenotipe normal (75%) terdiri dari satu orang wanita normal, satu orang pria normal, dan satu orang wanita normal karier.
XHXh : wanita karier hemofili
XHY : pria normal
XhY : pria hemofili
Dari diagram di atas, tampak bahwa fenotipe yang dihasilkan adalah 75% normal dan 25% hemofili. Yang berfenotipe normal (75%) terdiri dari satu orang wanita normal, satu orang pria normal, dan satu orang wanita normal karier.
c. Jari Lebih
(Polidaktili)
Polidaktili
ditentukan oleh gen dominan P, sedang alelnya resesif p menentukan jari normal.
Penderita polidaktili mempunyai jari tangan atau jari kaki (atau jari tangan
dan kaki) lebih dari 5.




Komentar
Posting Komentar